Puncta 24 Mei 2026
HR.Pentakosta
Yohanes 20:19-23
Katholieke Jongenlingen Bond
SUMPAH PEMUDA adalah tonggak sejarah perjuangan kaum muda untuk membangun nasionalisme. Rapat pertama dilakukan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond di kompleks yang sekarang adalah Gereja Katedral Jakarta.
Gedung lama sudah dipugar kini menjadi Graha Pemuda untuk mengenang peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Di tempat itulah dirumuskan semangat kebangsaan yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito dari Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia.
Dengan ikhrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia, maka disatukanlah aneka suku, agama, bahasa yang beraneka ragam menjadi satu Indonesia.
Kita memiliki 1.340 suku bangsa. Ada 718 bahasa daerah yang hidup di Nusantara yang kaya raya ini.
Dengan Bahasa Indonesia, semua orang dari berbagai suku bangsa bisa berkomunikasi. Dengan Bahasa Indonesia semua orang bisa saling mengenal dan bersatu padu.
Sumpah Pemuda bisa dikatakan sebagai Hari Pentakostanya Bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah momen dimana kaum muda dibimbing oleh Roh Kudus.
Hari ini umat Katolik merayakan Hari Pentakosta, saat dimana Roh Kudus diturunkan untuk Gereja.
Dalam Kisah Para Rasul, diceritakan bagaimana orang-orang dari berbagai bangsa bersatu di Yerusalem dan mereka mengerti kesaksian para rasul.
Para rasul yang awalnya takut, tertutup rapat di dalam kamar, bersembunyi dalam kecemasan, putus asa dan bingung, kini karena kuasa Roh Kudus, mereka bersaksi dengan berani dan berpidato kepada banyak orang, memberi kesaksian tentang Yesus Sang Mesias.
Orang-orang dari orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
Pesan dari peristiwa ini adalah karunia Roh Kudus diberikan kepada kita agar berani bersaksi. Roh Kudus akan membimbing, memimpin dan menuntun kepada kebenaran.
Seperti peristiwa Sumpah Pemuda, Pentakosta membawa semangat persatuan dalam keberagaman.
Menghidupi semangat Sumpah Pemuda, sebenarnya kita juga menghidupi semangat Pentakosta. Mari kita kembangkan persatuan dan kesatuan baik sebagai warga gereja, maupun juga warga bangsa.
Sepercik pantun buat anda:
Kita berikhrar satu nusa satu bangsa,
Bahasa persatuan adalah Indonesia.
Roh Kudus turun di hari Pentakosta,
Menuntun kita menebarkan cinta.
Wonogiri, selamat menerima Roh Kudus
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
Sent by PDS
http://pds-artikel.blogspot.com
http://pds-artikel.blogspot.com